Minggu, 13 Februari 2011

Perlunya Web Komunitas Event Organizer

Sebuah event atau penyelenggaraan sebuah acara bisa berjalan dengan baik jika ada beberapa orang atau anggota yang mengatur atau mengurusi dalam event atau acara tersebut. Itulah yang disebut dengan event organizer. Untuk komunitas event organizer sendiri saat ini mungkin sudah cukup banyak, hanya saja Perlunya Web Komunitas Event Organizer yang mungkin belum terlalu sering kita jumpai. Padahal sekelompok komunitas event organizer seperti itu jika bisa saling bertukar pikiran salah satunya melalui web.

Perkembangan event organizer atau yang kita sering sebut dengan istilah EO ini sudah cukup besar, karena terkadang dari kegiatan-kegiatan anak muda sekolahan SMP atau pun SMA sudah banyak yang mengadakan acara atau event-event di sekolah sehingga mereka pun bisa juga kita sebut sebagai komunitas event organizer. Lalu sejauh mana perlunya sebuah EO dalam menghadirkan atau menampilkan sebuah event.

Perlunya Web Komunitas Event Organizer

Kalo menurut saya, kehadiran event organizer mutlak diperlukan dalam menyelenggarakan sebuah acara. Dengan adanya komunitas tersebut, sebuah event atau acara akan lebih terkonsep dengan baik dan orang yang menikmati acara tersebut pun merasa puas. Kadang kita juga bingung dimana bisa mencari EO yang baik atau profesional, maka dari itu Perlunya Web Komunitas Event Organizer agar kita bisa mudah mengetahui atau bisa mudah mendapat informasi mengenai event organizer apa yang baik menuru pendapat banyak orang.

Dengan adanya web komunitas tersebut pun kita bisa mengetahui segala macam perkembangan event apa yang sedang berlangsung. Jadi Perlunya Web Komunitas Event Organizer memang cukup memudahkan. Salah satu web komunitas EO yang sudah hadir saat ini yaitu http://www.eocommunity.com dan juga http://www.eonetwork.us/. Kedua web tersebut fokus dalam membahas perkembang dari event organizer itu sendiri. Selain itu tentu juga berbagai macam informasi ringan yang bisa kita nikmati sembari mengisi waktu luang.

Perlunya Web Komunitas Event Organizer untuk tempat berbagi antar sesama.

Jika ada yang memang tertarik dalam dunia event organizer, mungkin memang sebaiknya kunjungi kedua situs tersebut. Sebagai sebuah komunitas event organizer kita banyak mendapat banyak pelajaran, diantaranya tanggung jawab, kedisiplinan, dan tentu kejujuran. Ketiga sikap tersebut harus ada salam diri setiap anggota EO, agar bisa menjadi sebuah komunitas event yang profesional. Sekali lagi bahwa Perlunya Web Komunitas Event Organizer adalah sebagi wadah untuk sharing atau bertukar informasi dari semua kalangan EO baik itu pemula hingga profesional.

Jadi jangan takut untuk bergabung, siapa tahu dari situ kita bisa menjadi sebuah event organizer yang besar nantinya. Mampu memberikan kreatifitas dan hasil karya sebuah pergelaran acara yang menarik dan bernilai mahal. Semangat komunitas untuk saling berbagi untuk kemajuan bersama.

sumber : http://www.savequora.com/perlunya-web-komunitas-event-organizer.html

Langkah Situs Web Bisnis Popular

Terkadang ada web bisnis yang memiliki konten menarik dan design elegant, kurang mendapat perhatian dari penjelajah internet. Itu bisa terjadi bila web tersebut kurang serius dalam menjalankan strategi internet marketing. Tak ada search engine dengan keyword tertentu menampilkannya di halaman pertama, sungguh bisnis online yang dibangun tak akan lama masa aktifnya. Bagaimana web bisnis berhasil melakukan promosi, temukan jawaban lugas dalam ebook bisnis yang satu ini.

Related posts:

  1. Metode Duplikasi, 6 Langkah Cepat Ciptakan Uang Otomatis Mengupas 10 langkah Spektakuler, Bagaimana Anda bisa membuat produk baru yang dibutuhkan pasar bahkan tanpa ide sekalipun. Menguak tuntas bagaimana membuat ide dasar menjadi sebuah produk informasi untuk bisnis anda....
  2. BISNIS ONLINE PREMAN INTERNET Bisnis online dalam ebook Preman Internet ini, Anda akan mempelajari, Bagaimana mengembangkan bisnis di internet layaknya pebisnis online kelas dunia, cara preman mengeruk tambang bisnis di Internet, mendatangkan banyak pengunjung...
  3. Produk agar Web Popular di Google Agar Web tampil di halaman Google dan lebih popular. Produk jitu dengan menggunakan Script Collection yang satu ini. Quote Advanced PageRank CGI Sitemap Generator Check Backlinks in Google, MSN &...
  4. Bisnis Online – Flash Situs Template Bisnis Online – Flash Situs Template FLA;.SWF | Premium Exklusiv DOWNLOADPaket Bisnis Online 3 DVD, Keyword Pengunjung:bisnis online flashsitus-situs flash templatesitus template terbaruflash bisnissitus templatesitus flashsitus bisnis onlinejual dvd tung...
  5. Template Situs Bisnis Online Dibawah ini adalah template pilihan untuk situs bisnis online yang menyediakan tempat bagi para pebisnis online untuk melakukan transaksi bisnis ataupun bagi para pemula yang ingin memiliki situs bisnis online....
  6. Template Situs Web Bisnis Property Situs Web Properti ini adalah template baru dari template plazza yang telah diciptakan untuk semua orang yang ingin memulai sebuah situs web bisnis yang indah property, tapi template ini adalah...
  7. Script Bisnis Situs Iklan Baris dari Softbiz Softbiz Online Script Iklan Baris PLUS adalah Advanced PHP script untuk menjalankan situs baris Anda. Ini merupakan SCRIPT LENGKAP dengan fitur-fitur berkualitas : * WYSIWYG editor untuk posting iklan *...
  8. Membuat Situs Lowongan Kerja dengan Script Bisnis Otomatis Tak perlu menguasai bahasa pemrograman, Anda sudah mempunyai situs lowongan kerja dalam waktu singkat. Segala informasi mengenai lowongan kerja di berbagai bidang dan lokasi di indonesia mampu anda sajikan untuk...
  9. Kerja di Rumah – Sistem Bisnis Online Apakah kerja di rumah tanpa resiko membayar pajak adalah tepat untuk Anda. Anda mungkin memutuskan hal itu tidak layak atau Anda dapat memutuskan hanya dengan strategi melamar kerja ke perusahaan...
  10. Dapat Uang dengan Situs Jejaring Sosial Sebuah investasi menguntungkan dari pemanfaatan situs jejaring sosial: Semua orang paham cara kerjanya, tapi tidak ada yang melakukan sesuatu untuk pemasaran situs bisnis online miliknya.
sumber : http://megakoleksi12gb.com/langkah-situs-web-bisnis-popular/

Selasa, 04 Januari 2011

Pengaruh Internet Dalam Dunia Pendidikan

A. Latar Belakang
Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi sangat pesat dan merambah banyak aspek kehidupan manusia terutama bagaimana pemanfaatan media internet dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Internet berawal dari institusi pendidikan dan penelitian di Amerika. Penggunaan internet untuk kepentingan bisnis baru dimulai sejak tahun 1995 sebagai langkah awal masyarakat mengenal manfaat internet. Jika dibandingkan dengan masyarakat di luar negeri, internet ini sering disosialisasikan dengan bisnis dan entertainment.
Di Indonesia, masalah kelangkaan sumber informasi konvensional (perpustakaan) lebih berat dibandingkan dengan di tempat lain. Adanya internet merupakan salah satu solusi pamungkas untuk mengatasi masalah ini. Pemanfaatan media internet hanya sebagian kecil sekolah yang memiliki sambungannya (Internet Connectivity), tetapi belumsemua dilengkapi dengan fasilitas Local Area Network (LAN). Para pakar pendidikan akan mendukung rencana pemanfaatan media internet untuk pembelajaran dan juga akan menyatakan kesiapan untuk melengkapi institute pendidikan (sekolah) dengan jaringan LAN dan sambungan internet. Hal ini akan menuntut peran serta peserta didik dan masyarakat umum (orang tua) untuk memanfaatkan media internet. Para peserta didik akan menjadi sample dalam merespon secara positif tentang pemanfaatan media internet untuk pembelajaran.
Strategi menciptakan manusia yang bersumber daya unggul dan kebebasan masyarakat untuk mengaktualisasikan dirinya merupakan prasyarat pokok bagi perkembangan masyarakat maju. Pemberdayaan masyarakat merupakan konsep pembangunan ekonomi yang merangkum nilai-nilai sosial. Konsep ini merupakan strategi menciptakan manusia kreatif, produktif, berwawasan ke masa depan dan berdaya unggul.

B.Rumusan msalah
1. Bagaimana pengaruh internet dalam dunia pendidikan?
2. Bagaimana memanfaatkan media internet dalam meningkatkan mutu pendidikan?
3. Kendala-kendala apa saja yang dialami dalam memanfaatkan media internet untuk meningkatkan mutu pendidikan?
C.Pembahasan
1. Pengaruh internet dalam dunia pendidikan
Adanya internet memungkinkan mengakses kepada sumber informasi yang mulai tersedia banyak. Dengan kata lain, ini masalah akses semestinya bukan menjadi masalah lagi. Internet dapat dianggap sebagai sumber informasi yang sangat besar dibidang apapun yang diminati pasti ada infornasi dan internet.
Internet merupakanmedia komunikasi dan media pembelajaran yang sangat bermanfaat bagi guru, siswa, dan masyarakat pada umumnya seta pengaruhnya dalam dunia pendidikan karena belajar melalui internet merupakan belajar secara online. Sistem belajar ini lebih mudah, cepat, dan murah. Selain itu, informasi yang didapat lebih variatif. Bahkan organisasi dunia pun (PBB) telah merancang konsep pendidikan “Education for next generation” yang lebih banyak berbasis informasi, teknologi, dan komunikasi (ITC). Banyak masyarakat yang mengkhawatirkan pemanfaatan media internet di dunia pendidikan, khususnya si sekolah dasar. Teknologi hadir di masyarakat bukan sesuatu yang harus ditolak karena alas an menkhawatirka masa depan anak didik. Tapi, jangan sampai karena kekhawatiran, teknologi itu ditolak. Masyarakat harus optimis kalau hal itu akan memberi manfaat yang besar bagi pendidikan.
Adanya kekhawatiran tersebut dapat diatasi dengan setting room yang tepat, konsep setting tempat yang terbuka, dan tidak akan ada akses untuk membuka situs yang kurang menguntungkan bagi pembelajaran anak didik, contohnya situs-situs porno.
Internet untuk sekolah dasar dapat mengubah paradigma belajar yaitu belajar dari segala arah. Sampai saat sekarang pun proses belajar di sekolah dasar maupun perguruan tinggi lainnya lebih banyak terpaku pada buku dan guru, maupun denganinternet, siswa akan belajar dengan orang yang asing bagi mereka.
Peran serta guru, orang tua juga perlu mengawasi anaknya dalam belajar untuk mendapatkan informasi yang banyak, cepat, dan murah, berdiskusi dengan teman dan guru tentang informasi yang diperoleh.
Pemanfaatan media internet untuk meningkatkan mutu pendidikan dapat mengakses dunia tanpa harus mengelilingi dunia dan untuk meminimalkan dampak negatifnya diperlukan bimbingan yang tepat bagi siswa mengenai sisi positif dan sisi negative untuk membangun kompetisi dari anak.
Pengaruh internet dalam dunia pendidikan khususnya di sekolah dasar harus diperkenalkan sejak dini karena sangat membantu anak dala mengembangkan wawasannya.
2. pemanfaatan media internet dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Dalam meningkatkan mutu pendidikan, banyak masyarakat yang beranggapan bahwa sumber belajar hanya dapat diperoleh dari buku, guru, sebagai nara sumber, dan lingkungan sekitar. Ternyata masih ada media yang lebih modern (internet) dimana cakupan informasinya lebih luas, dapat memudahkan peserta didik dan masyarakat pada umumnya untuk mengetahui informasi terkini baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri.
Pada hakekatnya, pembangunan masyarakat yang bersumber daya unggul adalah suatu kegiatan pendidikan informal dan bertujuan untuk mendidik masyarakat agar memiliki perilaku pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang baik untuk melaksanakan pembangunan guna peningkatan taraf kesejahteraan, social, dan ekonomi masyarakat.
Merumuskan suatu program pembangunan masyarakat yang efektif dan efesien adalah suatu pekerjaan rumit dan kompleks, karena yang dihadapi adalah masalah keterbelakangan dan kekurangpahaman demi mencapai mutu sumber daya manusia yang mandiri.
Pemanfaatan media internet dalam meningkatkan mutu pendidikan memegang peranan penting di dalam melahirkan sumber daya manusia produktif dan mandiri, dalam arti mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pandangan bagi diri sendiri.
Adapun beberapa cara/alternative memanfaatkan media internet dalam meningkatkan mutu pendidikan, yaitu:
a. Mengenal/mempelajari internet
Untuk mengetahui informasi-informasi terkini yang sedang merambah di masyarakat umum, maka kita dapat mempelajarinya melalui media internet karena lebih lengkap, cepat diperoleh, dan sangat terpercaya.
b. Mengikuti pelatihan-pelatihan ITC yang diadakan oleh instansi tertentu
Pelatihan-pelatiahan ITC dapat mendukung dunia pendidikan, sehingga jaringan pembelajaran online lebih dimanfaatkan dalam pendidikan global. Selain pemanfaatan dalam dunia pendidikan global, pemerintah sendiripun telah mempercepat perancangan millinium development goals yang semula dicanangkan tahun 2020 dipercepat menjadi 2015. miliinium development goals adalah era pasar bebas atau era globalisasi sebagai era persaingan mutu atau kualitas untuk mempertahankan eksistensinya.
Oleh karena itu, pembangunan sumber daya manusia berkualitas merupakan suatu keniscayaan yang tepat dapat ditawar-tawar lagi. Hal ini mutlak karena akan menjadi penopang utama pembangunan nasional yang mandiri dan berkeadilan, good governance, and clean governance, serta menjadi jalan keluar bagi bangsa Indonesia dari multidimensi krisis, kemiskinan, dan kesenjangan ekonomi.
c. Mengadakan sambungan internet (Internet Connectivity)
Usaha untuk mengadakan sambungan internet (Internet Connectivity) di setiap lembaga pendidikan merupakan tanggung jawab pimpinan lembaga dan pemerintah terkait yang dilandasi dengan kerja sama yang baik.
Percepatan arus informasi dalam era globalisasi dewasa ini menuntut semua bidang kehidupan untuk menyesuaikan visi, misi, tujuan, dan strateginya agar sesuai dengan kebutuhan dan tidak ketinggalan zaman.
Pemanfaatan media internet untuk meningkatkan mutu pendidikan secara langsung mengubah tatanan kehidupan manusia, demikian halnya dalam sistem pendidikan karena sistem pendidikan nasional senantiasa harus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan yang terjadi baik di tingkat lokal, nasional, dan global.
3. Kendala-kendala yang dialami dalam memanfaatkan media internet untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Adapun kendala-kendala yang dialami dalam memanfaatkan media internet yaitu:
a. Kurangnya penguasaan bahasa inggris
Suka atau tidak suka, sebagian informasi di internet tersedia dalam bahasa inggris. Penguasaan bahasa inggris menjadi salah satu keunggulan (advantage).
b. Kurangnya sumber informasi dalam bahasa Indonesia
Kita sadari bahwa kita semua orang Indonesia akan belajar bahasa inggris. Untuk itu, sumber informasi dalam bahasa Indonesia harus tersedia. Saat ini belum banyak sumber informasi pendidikan yang tersedia dalam bahasa Indonesia.
Konsep berbagi (sharing) misalnya mebuat materi pendidikan di internet belum merasuk. Inisiatif langkah seperti itu sudah ada, namun masih kurang bayank.
c. Akses internet masih mahal
Meskipun sudah tersedia, akses internet masih mahal. Namun hal ini diharapkan agar menjadi lebih murah di masa yang akan datang. Mekanisme lain adalah adanya subsidi dari pemerintah untuk instansi pendidikan.
d. Akses internet masih susah diperoleh
Beberapa internet masih belum memiliki jalur telepon yang dapat digunakan untuk mengakses internet. Hal ini merupakan hambatan utama dalam pemanfaatan media internet.
e. Guru belum siap
Guru di Indonesia masih belum siap untuk mengguanakan internet sebagai bagian dari pengajarannya. Padahal guru merupakan salah satu pengguna yang dapat memanfaatkan internet sebaik-baiknya. Salah satu contohnya adalah mancari soal-soal latihan untuk kelasnya. Jika setiap guru di Indonesia membuat dua soal dan menyimpannya di internet, maka ada ribuan atau jutaan soal yang dapat digunakan untuk latihan di kelas.
D. Simpulan
Internet adalah media/sumber informasi yang sangat besar. Walaupun pemanfaatan media internet masih mengalami kendala, tapi dari waktu ke waktu tetap diminati oleh masyarakat umum. Informasi-informasi yang redapat dala internet sangat akurat dan terpercaya. Pemanfaatan media ini mengarah pada perubahan yang membawa keuntungan bagi masyarakat luas

sumber : http://www.lintasberita.com/go/820516

Senin, 20 Desember 2010

Review dan Compare berbagai macam tablet PC yang ada (iPad, Samsung Galaxy Tab, Toshiba, HP, dll)

pengertian ipad adalah:
iPad adalah sebuah produk komputer tablet buatan Apple Inc. (AI). iPad memiliki bentuk tampilan yang hampir serupa dengan iPod Touch dan iPhone, hanya saja ukurannya lebih besar dibandingkan kedua produk tersebut dan memiliki fungsi-fungsi tambahan seperti yang ada pada sistem operasi Mac OS X. iPad diperkenalkan pertama kali oleh Steve Jobs, CEO (yang merupakan singkatan dari Chief Executive Officer) dari Apple Inc. dalam Apple Special Event yang bertempat di Yerba Buena Center for the Arts, San Fransisco, Amerika Serikat, pada tanggal 27 Januari 2010. Produk ini dirancang sebagai sebuah perangkat digital yang berada di antara telepon pintar (smartphone) dan komputer jinjing (laptop). Apple Inc. berencana akan mulai memasarkan iPad di Amerika Serikat (AS) mulai 3 april 2010, dengan kisaran harga mulai dari 499 Dolar Amerika Serikat (USD) hingga 829 USD. Namun warga AS sudah dapat memesan produk ini mulai tanggal 12 Maret 2010 melalui Apple Online Store.

Tau iPad? Yep, iPad merupakan PC tablet keluaran Apple ini merupakan gadget yang sedang "panas" dibicarakan. Tapi tau kah kamu, kalau Apple iPad itu bukan PC tablet pertama yang pernah dikeluarkan di muka bumi ini?

20 tahun lalu, tepatnya pada tahun 1990, PC tablet bernama Gridpad lahir di muka bumi sebagai PC tablet pertama di dunia. Sayangnya, Gridpad tidak berkembang karena harganya yang relatif mahal dibandingkan dengan harga PC Desktop atau Laptop pada jamannya.

Kemudian pada tahun 1993, Apple mengeluarkan PC Tablet pertama mereka yang dinamakan Apple MessagePad. Bentuknya mirip dengan Pocket Digital Assistance (PDA). Apple MessagePad merupakan produk tercanggih pada saat itu, sudah mendukung layar sentuh (touch screen) dan sudah mampu mengenali pola-pola tulisan. Namun lagi-lagi karena harganya yang sangat mahal, Apple MessagePad tidak bertahan lama.

Setelah PC tablet lama vakum di pasaran, PC tablet kembali muncul pada tahun 2002 yaitu dengan munculnya Tablet Notebook Motion Computing M1200 dengan menggunakan sistem operasi Windows PC Tablet. Tablet Notebook Motion Computing M1200 memiliki bentuk yang elegan, tapi sayang karena baterainya yang tidak tahan lama membuat PC tablet ini tewas di pasaran.

Dan akhirnya pada awal april 2010, Apple kembali memunculkan PC tablet. Dengan iPad-nya Apple ingin merubah image PC tablet serta keberhasilan produk mereka. Kekuatan Apple iPad adalah kepiawaian Apple dalam mengemas dan mengkombinasikan aplikasi-aplikasi Apple dengan kualitas dan desain hardware mereka yang berkelas. Bahkan Apple mencoba menjajagi menawarkan format kepada para penerbit buku dan film untuk memformast produk-produk buku dan film, agar dapat dipasang di iPad mereka.

Tidak mau kalah dengan Apple produsen dari Korea Selatan, Samsung menghadirkan Samsung Galaxy Tab. Tak cuma sekadar tablet seperti Apple iPad, Samsung Galaxy Tab juga dilengkapi fungsi telepon dan kamera. Dari segi ukuran, layar tablet yang memiliki sitem opreasi Android versi 2.2 (Froyo) ini memang lebih mungil dibandingkan iPad, hanya sekitar 7 inci. Di dalam layar TFT kapasitif tersebut, Samsung menawarkan resolusi gambar 1024x600 piksel yang ditenagai prosesor Cortex-A8 berkekuatan 1GHz.

Selain itu, untuk konektivitas data, produk dilengkapi GSM/GPRS/EDGE hingga 3G HSDPA 7,2Mbps; HSUPA 5,76Mbps. Wi-Fi? Tak mau kalah dengan iPad. Samsung juga melengkapi tabletnya dengan WLAN Wi-Fi 802.11 b/g/n, plus Bluetooth 3.0 dan USB 2.0

Menilik fiturnya, Samsung Galaxy Tab juga tidak kalah mewah dari pesaingnya. Selain terintegrasi dengan sejumlah jejaring sosial (Facebook, Twitter, MySpace, Plurk, dan lain-lain), tablet Android ini juga dilengkapi dengan pemutar video Full HD, TV-out, pemutar video (MP4/DivX/WMV/H.264/H.263), dan pemutar audio (MP3/WAV/eAAC+/AC3/FLAC).

sumber : http://slipknotinmylife.blogspot.com/2010/10/review-dan-compare-berbagai-macam.html

Boxee Box Review: Better Than Apple TV & Google TV


Boxee finally released its long-awaited Boxee Box two weeks ago, entering the market after both Google TV and Apple TV. The startup’s set-top box is produced by D-Link and the only one of these products that’s available internationally as well, but competing with the big boys will be challenging. In other words: Boxee has to be really, really good to still matter in a year when Google and Apple have refined their products.

I’ve played with the Boxee Box for close to two weeks now, and actually think they have a shot at this, but I gotta admit a bit of a bias first: I’m a paying customer of D-Link and Boxee. I signed up for the box as soon as it was available for pre-order, and wrote about the reasons for doing so here before.

Why does this matter? Well, admitting that you paid $200 for something crappy is much harder than just talking trash about something that you have to eventually send back to the manufacturer. Luckily for me, I didn’t really have to convince myself that I didn’t waste money, because it honestly is one of the nicest solutions for bringing online video to the TV screen I’ve seen.

Check out the latest episode of Cord Cutters for a video review of the Boxee Box, or scroll down to continue reading this review.


The Box itself

To say that the design of the Boxee Box is unique is an understatement. It looks like a tipped-over cube that’s sinking into the surface of whereever you place it. One of the sides is shiny, and upon powering it on, an LED-powered Boxee logo appears. It’s a little too far out there to be an Apple product, but definitely has the same kind of cool to it. However, Boxee didn’t compromise on features, and the company deserves credit for including a big, easily accessible on button. Most of its competitors don’t even have a button like this, which means you’ll have to scramble to unplug the power cord if the unit crashes (and all of them do, at some point).

There’s also an easily accessible SD card slot, which is a bonus for everyone who likes to show off photos on the TV screen. The only thing missing is a more prominent USB port. Boxee features two of them, but both are in close proximity, right under the Ethernet port in the back of the unit. That works well to attach an external USB drive, but it’s not exactly the most convenient place to plug in your Flip camera.

Speaking of ports: Boxee also comes with digital as well as composite audio out and one HDMI port. And yeah, 802.11n Wi-Fi of course.

The remote control

Much has been said about the ingenuity of the Boxee Box remote control, and I gotta agree: This thing is hot. It features a directional pad, a play/pause button and a menu button that doubles as a back button in many cases. Flip it over, and you have a full QUERTY keyboard in your hands. The keyboard keys are made of rubber and have a calculator-like feel to it, so this isn’t anything you want to use to write long-winded emails — but it works like magic to enter URLs, search terms etc., and it makes the setup process so much faster. No more entering your endless WPA key with a painful on-screen keyboard, yay!

I found the remote to work well in most instances, but did occasionally hold it the wrong way, simply because it’s just a little too symmetrical. The keyboard is hard to read in low-light situations — e.g. when you’re watching a movie — but still, I gotta say: This is by far my favorite remote for any of the many media streaming solutions I’ve been testing in recent months. The fact that it works with RF, as opposed to IR, is an added bonus for me: Now I can control the music playing in the living room from the kitchen without worrying about archaic things like line of sight.

The new UI

Boxee significantly revamped its UI for the release of the box, cleaning up the home screen and dropping a number of features hiding in the left side bar. Instead, it now offers a top menu / search bar that offers access to content categories, apps, local files and a search box. The UI changes have enraged some loyal Boxee fans, but I must say, I don’t actually mind the new experience. I’m still occasionally looking for some of the advanced filtering options that could be used to navigate apps and content with the now-gone side bar, but overall, it’s pretty easy to find everything with just a few remote control clicks.

And that’s exactly where Boxee prevails. Even some of the simpler media streamers I’ve tested in recent months had a hard time keeping everything organized in an easily understandable manner, and Google TV added a whole lot of complexity that often left me wondering where to start. Boxee, on the other hand, has a few main categories, and you know exactly where to look for what.

Online content

Boxee’s Movies library features close to 2,200 titles, many of which are free and ad-supported by the way of YouTube, but honestly, you won’t find that much interesting stuff in here right now. The TV show library is slightly better, featuring shows like The Daily Show, The Office, Community and Glee. Many shows only have the most recent episode available, and others, like Modern Family, are completely amiss. That’s because Hulu recently started to block Boxee, and the promised Hulu Plus subscription service isn’t available just yet. Netflix is also amiss, but will come to the Box before the end of the year, according to Boxee, and VUDU is still a few weeks away from being integrated as well.

That being said, you can access streaming shows like Grey’s Anatomy and House directly from the broadcasters’ websites — until those broadcasters decide to block Boxee, just just as they did with Google. In other words: Content rights are a mess, but they will get better once Boxee’s partnerships kick into effect. The fact hat the Box ships without those services available is pretty unfortunate. The again, I did find enough to watch, thanks in part to…

The apps

Boxee has weeded out its app directory, kicking out some of the apps that never really worked or aren’t working with the new software version. Sadly, that means that also a few very good apps, like Clicker or the Twixee Twitter app aren’t currently available. However, the company has been talking to developers, and at least a hand full of apps reappeared within the week that I’ve been testing the box, with now around 140 apps available on the Box. Revision3 is one of them, and others include MLB.tv, Blip.tv and Livestation.

Boxee has also started to add “web apps,” which are essentially just websites optimized for Google TV, from publishers like TNT and Adult Swim. It’s cool to have some of this content easily accessible on Boxee, but treating these sites as apps is actually a pretty interesting approach as well. Let’s face it: Do consumers really care whether something like YouTube Leanback is a native app or a web site?

Finally, it’s worth noting that Boxee is an open platform, so it’s possible to install apps from third-party sources, and there are a number of directories offering additional apps, and content, for your Box.

Local content

Local content playback is one of Boxee’s strengths, and the Boxee Box easily recognized my NAS and played just about anything I threw at it. Well, almost anything, anyway. An obscure 3GP video was apparently a little too esoteric, but otherwise it was smooth sailing. Music streaming also worked really well, and adding additional content sources was easy as pie. One issue to be aware of is that the box apparently only has enough juice to power one USB drive. Even having two Flash drives plugged in will lead to only one being recognized.

Still, this is one area where Boxee again beats both Google TV and Apple TV hands down. Home sharing with Apple TV is a nightmare, and don’t even think about plugging in an external hard drive. Google TV also had issues with local content playback, but with Boxee, it just works. Kind of like an Apple product should behave.

The web experience

Boxee features a full Webkit browser, enabling users to access any web site. However, the remote control has no touch pad, which means that navigating sites is pretty painful. And you’ll inevitably find yourself on sites, even if you browse Boxee’s movie or TV show catalog. Select something like The Daily Show, for example, and Boxee will present you with a list of currently available episodes. Click on one, and you’ll get dumped onto the episode’s web page. But how about this for a happy ending: Press the menu button once, then click the pre-selected maximize icon, and you’re watching the video in full screen.

Granted, this doesn’t quite work that well on all websites. Boxee’s browser tries to recognize a site’s Flash player to allow easy full-screen playback. But sometimes gets confused by Flash banner ads, meaning that you’ll stare at a full-screen Macy’s ad for a few seconds until you realize what happened. You can always access the browser mode again, and then it’s your turn to slowly navigate Boxee’s mouse cursor with the remote’s navigational pad. It’s painful, but you’ll get better at it.

Of course, the big headache ahead for Boxee is that it might eventually get blocked by the major broadcasters, which makes that browser a whole lot less valuable.

The social stuff

Boxee has social built into its DNA. Boxee users can follow each other, much like they can on Twitter, and videos you “like” are automatically recommended to your followers. That’s good in theory, but finding users worth following is a lot of work. Luckily, you can also just use your social graph and connect to services like Twitter and Facebook. Videos of your friends and the people you follow will then automatically show up in your Friends feed. That’s a very cool feature — essentially, you’re using all your friends to curate your web video-infused TV programming.

I found the feeds updating a little slow, and sometimes, the feed simply wasn’t available at all. Still, I found some neat gems this way, and the feed in fact turned into something I’d visit every day as soon as I turned on the box. It’s also something that really sets Boxee apart from its competition, as neither Apple TV or Google TV currently offer anything like this at all.

The final verdict

Boxee has to deal with a lot of the same issues as Google TV when it comes to online content right now: Broadcasters’ web videos could get blocked any day, and Hulu Plus isn’t available just yet. I can understand that this would make some people think twice before buying into the platform. And yes, not having Netflix available is kind of lame. However, I’ve found the Boxee Box to be a great addition to my TV setup, even with some content missing. The experience is more streamlined than on Google TV, and there are infinitely more possibilities to get content and waste hours over hours than with Apple TV, thanks in part to its Twitter and Facebook integration.

Granted, Boxee doesn’t have a number of features that Google TV inherited from Android, like the ability to do multitasking and easily switch between a number of apps and browser windows. The pendulum could also swing once Google and Apple open up their platforms for third-party apps. Still, Boxee is already proving that it can easily handle web apps optimized for Google TV, so it could profit from those other platforms getting more popular as well.

The ability to gracefully handle local content and the awesome remote control are two more reasons make the Boxee Box worth its money alone. Add to that the fact that you’ll soon have access to Hulu Plus, Netflix and VUDU, and you have box that’s maybe not perfect, but definitely very, very nice.


sumber : http://gigaom.com/video/boxee-box-review/

Senin, 27 September 2010

Ilmu Teknologi Akan Menjadi SDM di Beberapa Tahun Mendatang

umber daya manusia adalah hal yang vital. Segala aspek yang berhubungan dengan tenaga kerja, wirausaha serta bisnis sangat tergantung dengan kualitas sumber daya manusianya. Dalam perjalanannya, muncul sebuah teori bahwa SDM yang dibutuhkan adalah mereka yang memiliki suatu kemampuan khusus atau dalam kata lain seorang specialist. Mereka adalah tipe SDM yang bersifat kepakaran tunggal, ahli dan professional dalam 1 cabang ilmu. Namun seiring perkembangan teknologi, akankah SDM tipe spesialis ini masih relevant? Ataukah ada SDM tipe lain yang lebih baik, yang tentunya lebih efektif dan dibutuhkan oleh perusahaan?

Dalam hal ini saya akan mencoba menganalisis dan menghadirkan suatu paradigma berbeda terkait tipe SDM yang sangat/akan dibutuhkan di tahun 2010. Terlebih dahulu saya akan membatasi SDM di bidang Teknologi Informasi. Hal ini menarik karena seperti kita sadari bersama bahwa perkembangan dibidang teknologi informasi ini bisa menyokong seluruh aspek kehidupan, baik ekonomi/perankan, kedokteran, militer, sampai dunia pendidikan. Sehingga tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa SDM teknologi informasi adalah ujung tombak kemajuan suatu bangsa.

Menurut laporan khusus di majalah eBizzAsia bulan Februari 2006. Diramalkan bahwa pada tahun 2010 pasar kerja para spesialis Teknologi Informasi (TI) akan berkurang hingga 40%. Para spesialis (specialist) ini akan digantikan oleh versatilis (versatilist), yang mampu mengkombinasikan kompetensi dan keahlian teknis, dengan pengalaman bisnis dan kemampuan memberikan solusi komprehensif.

Laporan tersebut mengindikasikan bahwa jelas sekali SDM tipe spesialis ini semakin merosot pasar kerjanya. Hal ini wajar mengingat semakin meningkatnya persaingan bisnis seiring dengan semakin kompleksnya perkembangan TI itu sendiri. Selain itu, TI semakin dibutuhkan untuk memecahkan permasalahan di berbagai bidang, sehingga diperlukan solusi multidisiplin, multiplatform dan sesuai dengan konteks permasalahan yang dihadapi.

Banyak ahli yang sudah mendefinisikan terkait SDM versatilis ini, misalnya Gartner dalam situsnya http://www.gartner.com, menyebut istilah “IT versatilist”, yaitu orang-orang yang sudah berpengalaman, memiliki kemampuan untuk menjalankan berbagai tugas yang beragam dan multidisiplin (versatile), dimana semua itu untuk menciptakan suatu pengetahuan (baru), kompetensi dan keterkaitan (context) yang kaya dan padu guna mendorong peningkatan nilai bisnis. Selain dia, Robert E. Kaplan dan Robert B. Kaiser dalam bukunya “The Versatile Leader: Make the Most of Your Strengths Without Overdoing It” juga membahas terkait jiwa seorang pemimpin yang hendaknya tidak membatasi kemampuannya hanya dalam satu bidang. Dalam hal ini mereka menyebutkan bahwa pemimin penting memiliki sifat versatile, karena semakin beragamnya kemampuan kita maka akan semakin fleksibel dan mudah dalam mengontrol karyawan/anak buahnya di perusahaan/organisasi yang dia pimpin.

Sementara itu Romi Satria Wahono, CEO Brainmatics, menyebutkan bahwa sang versatilis adalah seseorang yang fleksibel terhadap teknologi, orientasi utamanya adalah untuk memberikan solusi sesuai requirement (kebutuhan) yang diminta oleh sang customer. Versatilis bukan seorang generalis yang mengenal semua bidang dan teknologi tapi hanya kulitnya (dangkal). Versatilis lahir dari pengalaman matang menjadi seorang spesialis. Namun kembali bahwa versatilis juga bukan spesialis yang hanya mengerti cakupan bidang yang sempit, meskipun dalam. Versatilis adalah seorang spesialis yang berpikir lebih luas, berwawasan, matang, penuh perhitungan, mengerti tentang bisnis, orientasi kerja untuk memberi solusi, mampu bekerjasama (membangun networking) dengan orang-orang TI lain maupun non TI, dan yang pasti tidak mengkotakkan dirinya pada sebuah teknologi, tool atau platform. Itulah dia sang Versatilis!

Terakhir, Masihkah kita puas menjadi seorang spesialis? sudahkah kita bersifat versatilis? Sudah siapkah kita menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat? Tinggal pilihan anda, MAJU atau TERTINGGAL!


sumber : http://www.anakui.com/2009/08/18/menjadi-sdm-ti-berkualitas-di-masa-depan/

Perkembangan Internet di Indonesia

Teknologi informasi telah membuka mata dunia akan sebuah dunia baru, interaksi baru, market place baru, dan sebuah jaringan bisnis dunia yang tanpa batas. Disadari betul bahwa perkembangan teknologi yang disebut internet, telah mengubah pola interaksi masyarakat, yaitu; interaksi bisnis, ekonomi, sosial, dan budaya. Internet telah memberikan kontribusi yang demikian besar bagi masyarakat, perusahaan / industri maupun pemerintah. Hadirnya Internet telah menunjang efektifitas dan efisiensi operasional perusahaan, terutama peranannya sebagai sarana komunikasi, publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh sebuah badan usaha dan bentuk badan usaha atau lembaga lainya.

Konsep B to B (Busines to Business), B to C (Business to Customer), telah banyak diterapkan oleh sebagian besar perusahaan di dunia. Bahkan terakhir akan merambah ke sektor Government, dengan konsep G to G (Government to Government), G to C (Governement to Customer), serta G to B (Government to Business). Tingkat pertumbuhan pengguna internet juga menunjukan angka yang sangat fantastik, bahkan internet telah menjadi bagian kebutuhan dalam sebuah rumah tangga. Fenomena ini menunjukan bahwa 5 sampai 10 tahun yang akan datang teknologi informasi akan menguasai sebagian besar pola kehidupan masyarakat, badan usaha maupun pemerintah.

Secara keseluruhan memang masih dapat dikatakan bahwa internet relatif baru dikenal oleh masyarakat Indonesia dan frekuensi pemakainyapun belum terlalu banyak. Namun perkembangan internet di Indonesia telah menunjukan perkembangan yang signifikan.

Tabel Peningkatan Jumlah
Pelanggan dan Pengguna Internet
TAHUN PELANGGAN PENGGUNA
1996 31000 110000
1997 75000 384000
1998 134000 512000
1999 256000 1000000
2000 760000 1900000
2001 1680000 4200000
Sumber: APJII

Namun dibandung dengan negara-negara asia yang lebih maju, seperti Singapura, Taiwan dan hongkong, Indonesia masih ketinggalan jauh. Indikasi yang kuat adalah masih terbatasnya jumlah pelanggan internet yang baru berkisar 1.680.000 pelanggan sampai dengan tahun 2001 (APJII) atau tidak lebih 5 persen dari total jumlah rumah tangga di perkotaan. Dibandingkan dengan negara-negara Asia yang tersebut di atas, yang lebih matang pasar internetnya seperti Singapore yang telah memiliki pelanggan sebanyak 47,4 persen dari jumlah rumah tangga maka kondisi pasar internet di Indonesia masih ketinggalan jauh. Sedangkan sebagai pembanding yang lainnya adalah di Taiwan dan Hongkong yang masing-masing 40 persen dan 26,7 persen dari jumlah rumah tangga (Newsbyte, 2001). Contoh lainnya adalah di China yang berpenduduk lebih dari satu milyar telah memiliki tidak kurang dari 24 juta pemakai internet dengan tingkat penetrasi mencapai 7 persen terhadap penduduk di atas usia 5 tahun (Iamasia, 2001). Ditinjau dari gambaran statistik di atas maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa masyarakat pengguna internet di Indonesia masih baru taraf pengenalan atau masih merupakan pasar yang baru muncul (mulai).

Walaupun Indonesia masih dalam tahap awal perkembangan pasar internet, namun peningkatan jumlah pelanggan internet yang ada saat ini menunjukan bahwa peluang pasar internet di Indonesia cukup besar. Memang pada tahun 2001 terjadi kelesuan, namun itu bersifat sementara karena efek dari krisis global yang sedang di alami, disamping pengaruh tragedy penghancuran Gedung WTC sebagai simbul pusat perekonomian dunia. Efek dan pengarih global ini bisa dilihat dengan penurunan jumlah registran untuk domain id yang mencapai 17,9 % dari jumlah registran pada tahun 2000, yaitu dari angka 4264 registran turun menjadi 3501 registran. Namun penurunan permintaan domain id tersebut tidak serta merta berbanding lurus dengan pengingkatan jumlah pelanggan internet, karena justru pada tahun 2001 persentasi jumlah pelanggan internet menunjukan kenaikan angka yang sangat tinggi, yaitu 121%, dari 760000 pelanggan meningkat menjadi 1680000 pelanggan.

Perkembangan tersebut juga telah menumbuhkan peningkatan jumlah perusahaan penyedia jasa layanan internet / ISP (Internet Service Provider), yang pada akhir tahun 2001 ini telah mencapai 68 ISP. Hal ini menunjukan bahwa peluang pasar yang dilahirkan dari internet cukup besar. Pada tahun 2001 memang secara global terjadi penurunan khususnya di bisnis cyberspace ini, namun hal itu merupakan seleksi alam dimana ternyata justru peningkatan layanan customer semakin meningkat, dan menunjukan juga bahwa pemain bisnis yang tetap survive adalah para pemain yang serius akan model bisnis yang dikembangkannya (berita detik).

Namun disamping kondisi yang postitif di atas, pada pertengahan kwartal pertama tahun 2002, terjadi fenomena menarik, karena sebuah jaringn ISP terluas yaitu WasantaraNet telah menutup sebagian kantor cabangnya. Kemudian berikutnya, disusul ISP yang memiliki jaringan luas juga, yaitu MegaNet mengumumkan bahwa perusahaannya telah menutup semua kantor operasionalnya. Kondisi ini jelas kurang menguntungkan bagi perkembangan akses informasi oleh masyarakat.

Ada beberapa hal yang menyebabkan tidak beroperasinya kembali sebagian kantor cabang ISP tersebut, dianataranya, karena alasan cost perasionalnya yang terlalu tinggi, yang tidak bisa dipenuhi oleh pendapatanya. Namun pada perkembangan terakhir disebutkan bahwa alasan utamanya adalah karena persaingan tidak sehat yang dilakukan oleh TELKOM, dengan TelkomNet Instantnya.

Dari semua kondisi di atas, yang utama bagi user internet Indonesia adalah akses yang murah dan cepat, sehingga mereka bisa menikmati perkembangan teknologi informasi, terutama user internet di tingkat masyarakat daerah. Semua itu akan terwujud jika pengambil kebijkan di bidang ini bisa memiliki pandangan yang seimbang, baik dari segi user internet (masyarakat), maupun dari segi perusahaan penyedia jasa layanan internet dan teknologi informasi.

sumber : http://www.goechi.com/newsletter.html